Oleh-Oleh Khas Cirebon: Menikmati Kerupuk Mlarat dan Sirup Tjampolay yang Melegenda
Berkunjung ke "Kota Udang" Cirebon, baik untuk urusan bisnis maupun sekadar berwisata, belum lengkap rasanya jika pulang tanpa membawa buah tangan. Cirebon memang dikenal sebagai surga kuliner di jalur Pantura. Jika perut sudah dimanjakan dengan Empal Gentong, Nasi Jamblang, atau Tahu Gejrot, kini saatnya kita melirik oleh-oleh ikonik yang sangat "Cirebon banget".
Di antara banyaknya pilihan, ada dua produk yang berdiri sebagai legenda hidup kuliner Cirebon: Kerupuk Mlarat yang unik dan Siroop Tjap Buah Tjampolay yang sudah ada sejak zaman kolonial. Keduanya bukan sekadar makanan dan minuman, melainkan bagian dari identitas budaya masyarakat setempat.
1. Kerupuk Mlarat: Camilan "Miskin" yang Kaya Rasa
Nama camilan ini mungkin terdengar mengejutkan bagi yang baru pertama kali mendengarnya. Dalam bahasa Jawa dialek Cirebon, "mlarat" berarti miskin. Namun, jangan salah sangka, penamaan ini justru merujuk pada proses produksinya yang sangat kreatif dan ekonomis.
Dahulu, ketika minyak goreng merupakan barang mewah bagi sebagian kalangan, warga Cirebon menggunakan media pasir untuk menggoreng kerupuk. Proses ini disebut dengan sangray. Pasir yang digunakan tentu bukan sembarang pasir, melainkan pasir sungai yang telah dibersihkan melalui proses pencucian berkali-kali hingga benar-benar higienis.
Sensasi Gurih dan Sambal Oncom
Kerupuk Mlarat hadir dengan warna-warni ceria seperti merah, putih, dan kuning. Teksturnya sangat renyah dengan rasa asli yang agak manis. Namun, kunci kelezatan sejati dari kerupuk ini adalah siraman sambal oncom encer yang pedas dan gurih. Perpaduan antara "kriuk" kerupuk dan segarnya sambal oncom menjadikan camilan ini teman yang pas untuk bersantai di sore hari.
2. Sirup Tjap Buah Tjampolay: Kesegaran Sejak 1936
Jika Kerupuk Mlarat adalah camilan rakyat, maka Sirup Tjap Buah Tjampolay adalah minuman ningrat yang telah bertahan melintasi zaman. Diproduksi sejak 11 Juli 1936, sirup ini merupakan salah satu industri kecil tertua di Cirebon yang masih berjaya hingga sekarang.
Ada cerita menarik di balik kemunculannya. Konon, sang pendiri, Tan Tjek Tjiu, mendapatkan formula rahasia sirup ini melalui sebuah mimpi. Terlepas dari sisi mistisnya, kualitas rasa sirup ini memang tidak perlu diragukan lagi. Buktinya, pada tahun 2001, produk keluarga Tjiuw ini berhasil meraih penghargaan Bintang I - Standarisasi Kelayakan Industri dari BPOM, mengungguli belasan perusahaan besar lainnya di Jawa Barat.
Rasa Pisang Susu: Varian Paling Ikonik
Meski memiliki banyak varian rasa seperti melon, mangga gedong, jeruk nipis, nanas, hingga kopi moka, varian Pisang Susu tetap menjadi juara di hati para pelanggannya. Warna sirupnya yang merah jambu sangat menarik, memberikan sentuhan manis yang khas saat dicampurkan ke dalam es campur atau es kelapa muda. Tidak mengherankan jika sirup ini menempati peringkat pertama dalam hal kesadaran merek (brand awareness) di antara ribuan industri kecil di Cirebon.
Membawa pulang Kerupuk Mlarat dan Sirup Tjampolay bukan sekadar membawa makanan, tapi membawa sepenggal sejarah "Kota Udang" ke meja makan Anda. Pastikan kedua item ini masuk dalam daftar belanjaan Anda saat mampir ke Cirebon!
Baca: Mengenal De Vries Toko Legenda Serba Ada di Bandung
